Mengapresiasi
Saat pertama kali membuat karya dan di-posting ke media sosial, saya baru menyadari hal ini. Apresiasi Sebelumnya setiap melihat sebuah postingan karya di media sosial, saya tidak pernah terpikirkan untuk menekan tombol like maupun meninggalkan komentar. Buat apa? Pikir saya kala itu. Toh, satu like saya tidak ada pengaruhnya sama sekali, apalagi komentar. Walaupun saya sebenarnya sangat menikmati konten-konten bermanfaat di media sosial. Hal utama yang mendasari pilihan saya untuk tidak memberi like yaitu pengaruhnya pada algoritma akun saya. Contohnya Instagram. Semakin banyak interaksi yang kita lakukan dengan akun-akun lain, semakin terpengaruhi pula tab 'Explore' di akun kita. Iya, tab yang suka ngabisin waktu itu. Iya, saya sangat membatasi konten atau informasi yang masuk ke kepala saya, karena tidak ingin berlama-lama di media sosial. Enggannya saya memberi like ini sedikit berubah setelah saya menyadari pentingnya apresiasi. Saya merasa senang ketika karya yang saya pu...