Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Interpretasi vs Fakta

Gambar
  "Si doi belum balas whatsapp dari tahun lalu." Interpretasi otomatis kebanyakan orang yang mengalami peristiwa seperti di atas adalah memikirkan hal-hal dan kemungkinan buruk, semisal, "Dia udah enggak sayang lagi kayaknya.", "dia post story tapi chat gak dibalas? aku salah apaa.", etc etc. Hasil dari interpretasi seperti ini adalah emosi negatif yang hanya memperburuk keadaan. Padahal, jika kita bisa memisahkan peristiwa yang terjadi dengan interpretasi/penilaian (judgement), maka emosi-emosi negatif setidaknya bisa kita hindari. "It is not things that trouble us, but our judgement about things." - Epictetus Dalam Stoicism, peristiwa hampir selalu netral. Penilaian kita yang membuatnya negatif ataupun positif, seperti kata Epictetus di atas. Dalam kasus "doi belum balas wa", setidaknya kita punya alternatif interpretasi untuk menghindari kegalauan, seperti: - "Mungkin HP-nya rusak" - "Chatnya tenggelam" - "R...

Hidup (Tak) Seperti Roller Coaster

Gambar
Pernah merasakan naik roller coaster? Kalau iya, apa yang kamu pikirkan saat kereta yang kamu naiki sedang menanjak dan hanya menunggu waktu untuk kembali jatuh? Ada yang berdoa, ada yang (berpura-pura) tenang, bahkan ada yang sudah mulai menangis dan teriak. Namun semuanya tahu, pada saat itu mereka harus bersiap untuk jatuh. Pada saat kereta jatuh, reaksi orang-orang cenderung sama. Berpegangan erat, teriak, atau menangis. Hanya ada segelintir yang berbeda. Tapi apa setelahnya? Jatuhnya kereta memang sangat menukik, dan lagi-lagi kita semua tahu, kereta akan berhenti setelahnya. Saat kereta berhenti pun reaksi orang-orang cenderung sama. Lega, tenang, "Akhirnya selesai juga!", "Ternyata cuma begitu ya!", banyak juga yang masih ketakutan dan belum berhenti menangis. Dan lagi-lagi, ada segelintir orang yang berbeda reaksinya. Mereka yang berbeda itu sudah tahu bagaimana akhir dari wahana ini sejak mereka menaiki keretanya. Saat menanjak, mereka senang tak karuan. Sa...

Kebocoran Data Terjadi Lagi, Bukti Pentingnya Data

Gambar
Awal 2020 lalu, kita dikejutkan dengan berita kebocoran data 91 juta pengguna Tokopedia. Informasi yang bocor bervariasi, mulai dari nama hingga kata sandi si pengguna. Data yang bocor ini kemudian dijual di forum-forum peretas. Ngeri, ya? Kali ini, kita kembali dikejutkan dengan dugaan penjualan data pengguna aplikasi Muslim Pro ke pihak militer Amerika Serikat. Kabar ini dikonfirmasi oleh pihak militer Amerika Serikat namun dibantah oleh Muslim Pro. Lalu, apa pengaruh bocornya data-data ini ke kita, si pengguna aplikasi? Kalau kamu sudah membayangkan rekeningmu akan dibobol dan jatuh miskin secara tiba-tiba, kamu sedikit lebay . Efeknya mungkin tak akan seburuk itu, tergantung data apa saja yang bocor. Dalam kasus ini, data yang diduga dijual pihak Muslim Pro adalah lokasi dan kebiasaan pengguna saat menggunakan aplikasi. Data Is The New Oil Kamu pasti pernah mendengar ungkapan “Data is the new oil”, bukan? Ungkapan ini sedikit mengada-ada, namun semakin terbukti kebenarannya. Di era...

Dikotomi Kendali dan Anak

Gambar
  "Some things are up to us, some things are up to us." Kutipan dari Epictetus di atas terdengar sepele, namun jika dimaknai lebih dalam, kita mungkin bisa lebih meresapi maksud perkataan itu. Memfokuskan pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan tidak terobsesi pada hal-hal yang tidak kita kendalikan. Contoh hal yang bisa dikendalikan adalah tindakan, persepsi, pikiran, perasaan, maupun respon terhadap sesuatu yang terjadi. Yang tidak bisa dikendalikan adalah opini orang lain terhadap hal itu, di mana kita lahir, atau bahkan kesehatan kita (walaupun yang ini bisa diusahakan). Menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang tak sepenuhnya (atau bahkan tidak sama sekali) dalam kendali kita, adalah irasional. Dalam konteks pendidikan anak, kita bisa mengajari anak berbagai macam hal, melarang ini dan itu, atau membiarkan anak mengeksplorasi dunianya sendiri. Tapi harus disadari, akan jadi bagaimana karakter si anak nantinya, seperti apa masa depannya, bagaimana kemampuannya meres...