Jatuh Cinta Itu Gampang
Jangan tanya caraku bisa jatuh cinta kepadamu. Sumpah, jatuh cinta saja sudah gampang, apalagi jika objeknya adalah kamu.
Kamu bisa tanya pada setiap lelaki yang lewat dalam hidupmu, jika kamu berani, apakah ada rasa cinta yang akan lahir jika kau mengundang rasa itu hadir pada mereka? Ah iya, perlu undangan, ya? Tapi rasanya undangan itu selalu ada. Aku tak pandai mendeskripsikan rupa undangan itu lewat kata-kata puitis. Tapi lakukanlah ini: berdirilah di depan cermin dan katakan padaku setelahnya, apakah kau tidak jatuh cinta pada dirimu sendiri? Maksudku, lihatlah cara bibirmu membentuk senyum ramah yang kau lempar tiap pagi pada setiap orang. Lihatlah cara bola matamu menggambarkan emosimu yang hangat, tatapan yang cukup menggambarkan bahwa kau orang yang tenang.
Itu baru tentang rupamu di cermin. Sudikah kau kuberitahu betapa kau mungkin satu-satunya perempuan yang pernah kucinta (kepadamu, masih, sampai saat ini) bukan dari sebatas seberapa menawan kau di hadapan cermin, seberapa tajam otakmu sehingga membuatmu terlihat cerdas setiap saat, seberapa hangat hawamu menyengat pada setiap orang, seberapa lembut kau kepada orang-orang tua yang kau lewati? Tidak sebatas itu, bagiku, bagaimana menyampaikannya dengan kata-kata indah, sederhananya, kau keren. Kurasa, satu-satunya aku pernah jatuh pada perempuan hanya karena keren, kata yang sederhana, adalah padamu. Kau keren!
Sewaktu-waktu aku punya kesempatan untuk meneriaki seisi dunia, akan kupekikkan dengan lantang. Kau keren, dan karena itu aku mencintaimu!
Komentar
Posting Komentar